PERBEDAAN RUSUN , RUSUNAWA DAN RUSUNAMI

2016-12-03 10:41:00



A.      PENGERTIAN RUSUN , RUSUNAWA DAN RUSUNAMI

1.       RUMAH SUSUN


 


    Rumah Susun menurut kamus besar Indonesia merupakan gabungan dari pengertian rumah dan pengertian susun. Rumah yaitu bangunan untuk tempat tinggal, sedangkan pengertian susun yaitu seperangkat barang yang diatur secara bertingkat. Jadi pengertian Rumah Susun adalah bangunan untuk tempat tinggal yang diatur secara bertingkat.

 

2.       RUSUNAWA

Berdasarkan PERMEN No.14/ 2007 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana sewa yaitu bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing digunakan secara terpisah, status penguasaannya sewa serta dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan fungsi utamanya sebagai hunian.

 

3.       RUSUNAMI

Rusunami merupakan akronim dari rumah susun sederhana milik,rusunami hamper serupa dengan rusunawa hanya saja rusunami yaitu pengguna tangan pertama membeli dari pengembang. Beberapa pengembang sering menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk merujuk pada rusunami. Hal ini disebabkan karena pemerintah memberikan subsidi kepada pembeli yang memenuhi syarat tertentu.

B.      SUBSIDI

      Istilah lain yang sering diusung oleh para pengembang untuk rusunami adalah Apartemen Bersubsidi. Pengembang lebih senang menggunakan istilah apartemen daripada rusun karena konotasi negatif yang melekat. Sedangkan penambahan kata bersubsidi disebabkan karena pemerintah memberikan subsidi bagi pembeli rusunami jika memenuhi syarat. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat tetap dapat membeli rusunami namun tidak mendapatkan subsidi.

Jenis Subsidi

     Ada banyak subsidi yang diberikan pemerintah untuk meringankan dan menarik masyarakat untuk membeli rusunami. Beberapa diantaranya adalah:

      A.Subsidi Selisih Bunga hingga maksimum 5% (sesuai golongan)

B.Bantuan Uang Muka hingga maksimum 7 juta (sesuai golongan)

C. Bebas PPN

Syarat Subsidi

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor: 7/PERMEN/M/2007, kelompok sasaran penerima subsisidi adalah:

1. Keluarga/rumah tangga yang baru pertama kali memiliki rumah dan baru pertama kali menerima     subsidi perumahan (dibuktikan oleh surat pengantar dari kelurahan)

2.  Gaji pokok pemohon atau pendapatan pokok pemohon perbulan maksimum 4,5 juta

3.  Memiliki NPWP

4.  harga untuk apartemen dibawah Rp. 144 jt dan rumah dibawah Rp. 55jt

C.      LANDASAN DAN TUJUAN RUSUNAMI DAN RUSUNAWA

Kebijaksanaan dibidang perumahan dan permukiman pada dasarnya dilandasi oleh amanat GBHN (1993) yang menyatakan pembangunan perumahan dan permukiman dilanjutkan dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan kehidupan keluarga/masyarakat. Pembangunan perumahan dan permukiman perlu dtingkatkan dan diperluas sehingga dapat menjangkau masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Untuk menunjang dan memperkuat kebijaksanaan pembangunan rumah susun, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.16 Tahun 1985 tentang rumah susun. Undang- undang rumah susun tersebut untuk mengatur dan menegaskan mengenai tujuan, pengelolaan, penghunian, status hukum dan kepemilikan rumah susun. Adapun tujuan pembangunan rumah susun adalah

1.  Meningkatkan kebutuhan perumahan yang layak bagi rakyat, terutama golongan masyarakat berpenghasilan rendah yang menjamin kepastian hokum dalam pemanfaatannya.

2.  Meningkatkan daya guna dan hasil guna tanah di daerah perkotaan dengan memperhatikan kelestariaan sumber daya alam dan menciptakan lingkungan permukiman yang lengkap, serasi dan seimbang

3.  Memenuhi kebutuhan untuk kepentingan lainnya yang berguna bagi kehidupan masyarakat

Pengaturan dan pembinaan rumah susun dapat dilakukan oleh pemerintah atau diserahkan kepada Pemda. Pada pelaksanaan pengaturan dan pembinaan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Dalam UU No.16 Tahun 1985, juga disebutkan pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat golongan rendah untuk memperoleh dan memiliki rumah susun yang pelaksanaannya diatur dengan PP (Pasal 11 ayat 1 dan 2)

Pemerintah Indonesia lebih memberlakukan rumah sebagai barang atau kebutuhan sosial. Hal ini dapat dilihat dari besarnya peran pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kondisi ini dapat dimengerti karena sebagian besar penduduk Indonesia merupakan golongan yang kurang mampu memenuhi kebutuhan perumahan yang layak. Dalam kaitan ini, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan pembangunan rumah susun di kota besar sebagai usaha peremajaan kota dan untuk memenuhi kebutuhan perumahan dengan pola yang vertikal.

 

RB PROPERTI 2016


Rumah Bagus Siap Huni Di Tomang Grogol Jakarta Barat

Jalan Tomang Utara Grogol Petamburan Jakarta Barat Grogol Petamburan

Rp. 3,200,000,000

Apartemen Ekslusif Puri Orchad Jakarta Barat

Jl. Lingkar luar Cengkareng Jakarta Barat

Rp. 850,000,000

Rumah Siap Huni View Bagus Anti Banjir Di Sampangan

Sampangan Semarang Selatan Semarang

Rp. 1,000,000,000

Rumah Bagus Tidak Banjir Siap Huni Di Tanah Mas

Tanah Mas Semarang Barat Semarang

Rp. 500,000,000

Tanah cocok untuk investasi di Tlogomulyo

Jl Tlogomulyo Pedurungan Semarang

Rp. 2,000,000



Perumahan Bagus Di Gunung Pati

Gunungpati Sumurrejo Semarang

Rp. 275,000,000

Rumah Hook Dan Ada Sisa Tanah Di Janggli

Graha Janggli Indah Jatingaleh Semarang

Rp. 400,000,000

Rumah Keren Baru Mewah 2 Lantai Di Palebon

Palebon Pedurungan Semarang

Rp. 1,200,000,000

Artikel Popular

Sebelum terjebak, cermati hal yang patut dihindari dari pengembang properti

2016-08-03 11:56:54

Dampak Negatif Pengambilan Air Tanah

2016-08-06 13:36:10

Langkah-langkah Membeli Rumah dengan cara Kredit

2016-08-22 16:14:44

Mana yang Anda pilih,membangun rumah sendiri atau membeli rumah jadi?

2016-08-23 09:55:16

Pengolahan Limbah Rumah Tangga

2016-08-24 10:15:49

Lihat Semua Artikel